Emang bener saia tipikal cewe cuek, egois, semaunya sendiri, keras kepala, dan hal2 jelek lainnya. Tapi entah kenapa ya, kuq saia seneng sekali merhatiin sesuatu yang menarik perhatian saia. Apalagi jika samting itu ada bau kontradiksinya. Sebuah kereyotan diantara kemegahan disekitarnya misalnya. Entah kenapa perhatian saia jadi tersedot ke kereyotan itu. Kereyotan yang mengundang rasa iba tentunya.
Yaa begitulah.
Suatu pagi onthewei berangkat ke kantor. Saia melihat seorang kakek tua, kecil dan dekil (maaf ya kek..) berjalan tertatih-tatih sambil menenteng sapu lidinya. Si kakek itu saia tangkap tengah membersihkan areal di sekitar usahanya berjualan bensin. Kasian banged de pokoknya. Saia jadi berfikir lagi. Kenapa di usia sesenja itu beliau masih saja bekerja dengan gigihnya untuk mencari nafkah sendirian?? Kemanakah anak-anaknya? Bukankah di usia selarut itu beliau mestinya bisa hidup tenang dan damai dengan cucu2nya??
Saia pun kembali berfikir. Apa ya yang dilakuin pemerintah melihat kondisi seperti ini ketika mereka memutuskan untuk menaikkan kembali harga gas elpiji misalnya? Serba salah juga menurut saia jadi wakil rakyat. Di satu sisi, mereka harus bisa menyelaraskan dengan dinamisasi yang terjadi di negara2 lain. Tapi di sisi lain, mereka pun harus dapat mensejahterakan rakyatnya. Padahal jika harus mengambil suatu keputusan, salah satu sisi pasti akan dikalahkan. Jadi kasian juga saia ke pemerintah kalo setiap kebijakan apapun yang ditetapkan lalu didemo gila2an oleh mahasiswa seperti saia. Hee
Duh! Kuq saia jadi ambigu gini ya?? Au ah binun. Yang jelas, saia kasian ma urang2 kecil yang idupna susah.. semoga hidup kalian tetap bahagia meskipun serba kekurangan. Amien.